Perkembangan
teknologi saat ini sanggatlah cepat, berbagai aspek telah di pengaruhi dengan
teknologi, tidak terhindar juga dalam bidang Sumber Daya Manusia (SDM). Banyak
perusahaan di Indonesia telah menggantikan fungsi kerja manusia dengan robot
atau teknologi, dengan adanya hal ini membuat karyawan dalam perusahaan
terancam dalam pekerjaannya, terutama dalam bidang industri, keuangan, ritel,
dan lainnya.
Dalam keadaan pandemi Covid-19
banyak perusahaan melakukan rasionalisasi untuk dapat bertahan dalam keadaan
pandemi seperti ini, seperti yang dilansir dalam laman Kontan pada tahun 2020,
perusahaan tekanan pandemi Covid-19 menyebabkan banyak karyawan yang bekerja
tak terhindar, banyak yang di PHK, perusahaan pun dapat bertahan dalam keadaan
ini, dan menggantikan fungsi kerja manusia dengan robot ini membuat perusahaan
menjadi lebih mudah dalam mengontrol pekerjaannya dan memangkas biaya kegiatan operasional
perusahaan.
Lalu dalam keadaan seperti ini di
masa pandemi Covid-19 bagaimana nasib para karyawan yang di PHK dan digantikan
oleh robot.? Mempersiapkan bekal bagi para karyawan sangat penting dalam
keadaan seperti ini, peran perusahaan atau peran dari Manajemen Sumber Daya Manusia
pada perusahaan sangat penting untuk menyejahterakan karyawan-karyawannya dalam
keadaan kesulitan ekonomi saat ini. Jalan penyelesaian untuk mengatasi ini
dengan menerapkan sistem Learning Organization sebagai jalan penyelesaian
untuk menyejahterakan karyawan dalam bekerja, kenapa harus sistem Learning
Organization.?
Banyak penulis menjelaskan tentang penerapan learning organzation sebagai bentuk sistem pembelajaran bersama dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama, dan saling berdiskusi bersama untuk memecahkan masalah bersama, dalam keadaan perkembangan teknologi saat ini, pendekatan antara atasan dan bawahan sanggatlah penting, berbagi dan menceritakan pengalaman, dan keadaan saat ini sebagai kunci keberhasilan bersama dalam organisasi, sehingga pembentukan organisasi yang baik dan sehat dalam sebuah perusahaan dapat diatasi secara bersama.
Apa Itu Learning
Organization ?
Menurut C. Marlene Fiol and Marjorie A. Lyles dalam “Organizational
Learning,” Academy of Management Review, October 1985. “Organization
learning berarti proses meningkatkan tindakan melalui pengetahuan dan
pemahaman yang lebih baik” dan menurut Chris Argyris, “Double Loop Learning
in Organizations,” Harvard Business Review, September - October 1977, mengatakan
“Learning Organization adalah proses mendeteksi dan mengoreksi
kesalahan.” Sedangkan menurut Ray Stata, “Organizational Learning The Key to
Management Innovation,” Sloan Management Review, Spring 1989 menjelaskan
bahwa “Learning Organization Kunci Inovasi Manajemen.”
Banyaknya
penjelasan terkait definisi learning organization jelas terbukti sulit
dipahami selama bertahun-tahun. Teori organisasi telah mempelajari pembelajaran
untuk waktu yang lama; kutipan-kutipan diatas menunjukkan bahwa masih ada
ketidaksepakatan yang cukup besar. Sebagian besar sarjana melihat learning
organization sebagai proses yang terbentang dari waktu ke waktu dan
menghubungkannya dengan perolehan pengetahuan dan peningkatan kinerja.
Secara
sederhana dapat diartikan leaning organization adalah organisasi yang
terampil dalam menciptakan, memperoleh, dan mentransfer pengetahuan, dan
memodifikasi perilakunya untuk mencerminkan pengetahuan dan wawasan baru .Dengan
penerapan ide-ide yang baru sanggat penting dalam pembelajaran organisasi. Penerapan
ide-ide selalu di salurkan oleh anggota organisasi dalam bentuk wawasan dan
kreativitas yang terjadi, kadang pun informasi dari luar organisasi ke dalam
organisasi sebagai bentuk pengetahuan, tetapi menciptakan learning
organization sanggatlah susah dilaksanakan.
Menciptakan sebuah learning
organization adalah ujian yang ketat bagi universitas maupun bagi
perusahaan. Perusahaan seperti General Motors, yang berupaya baru baru ini
menciptakan peningkatan SDM dalam perusahaan, ternyata masih kurang dalam
menciptakan kinerja SDM perusahaan. Kebanyakan memang perusahaan banyak yang
telah menciptakan pembelajaran organisasi tetapi anggota organisasi atau
karyawan sendiri belum berhasil dalam penerapan aktivitasnya. Quality
Management mulai bayak diajarkan di universitas maupun sekolah-sekolah
bisnis, tetapi lulusannya masih banyak belum menerapkannya dalam perkerjaan
setalah lulus dalam mengambil keputusan. Konsultan perusahaan menjelasin dan
menasehati kepada kliennya atau dalam bentuk kelompok kecil tetapi terkendala
dengan pertikaian yang terjadi dan faksionalisme.
Dalam perkembangan teknologi yang
pesat dan bertumbuhnya knowledge-based masyarakat, menuntut perusahaan
untuk terus memberikan pelatihan dan pembelajaran sesuai dengan perkembangan
yang telah terjadi. Perkembangan lerning organization yang diambil oleh Human
Resources and Development (HRD) menerapkan 6 fitur utama dalam leraning
organization agar berhasilnya penerapan pengetahuan baru bagi karyawan
perusahaan dalam penerapan learning organization.
Budaya belajar : Karyawan yang ingin melakukan pembelajaran baru didukung,
dipromosikan, dan diberikan sebuah penghargaan dari manajer perusahaan atau
petinggi perusahaan sebagai bentuk apresiasi keinginan karyawan dalam
menginginkan pengetahuan baru untuk kemajuan kinerja perusahaan.
Pembelajaran yang berkelanjutan
: Antar karyawan dalam perusahaan
saling berbagi pengetahuan baru, dan pekerjaan sebagai basis untuk
mengaplikasikan dan membuat pengetahuan yang baru.
Generasi
berpengetahuan dan berbagi pengetahuan : sebuah sistem yang dibuat untuk membuat, menangkap, dan
membagi pengetahuan baru.
Fleksibel dan
Eksperimen : Karyawan diberikan kebebasan dalam mengambil
risiko, berinovasi, mengeksplor pengetahuan baru dan ide barunya, mencoba
sebuah proses kerja yang baru, serta mengembangkan produk atau jasa pelayanan
yang baru.
Perubahan yang
sistematis : Karyawan diberi dan
didorong untuk berpikir secara baru, seperti hubungan, umpan balik, dan uji
asumsi.
Menghargai karyawan :
Sistem dan lingkungan yang fokus
untuk memastikan pengembangan dan kesejahteraan karyawan yang mau melakukan
pembelajaran baru dalam organisasi.
Banyak aspek membuat pemebelajaran
dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) terjadi terkendala seperti aspek
situasional, hubungan kekuasaan, status, dan keterikatan pada kebiasaan atau
budaya lama.
Perlu adanya
langkah-langkah untuk membangun kapasitas perusahaan untuk pembelajaran seperti
berikut:
·
Mengubah
peran dari manajer
·
Membuat
rekanan berbasis pengetahuan
·
Mengembangkan
dan memperluas aktivitas pembelajaran dalam organisasi
·
Mentransformasi
gambaran individu dan organisasi tentang pembelajaran
·
Memperdayakan
karyawan
·
Mendorong
karyawan dalam bereksperimen dan mendorong mengambil risiko
·
Membuat
struktur, sistem, dan waktu pembelajaran
·
Menciptakan
budaya pengembangan yang berkelanjutan
·
Mendorong
keluarnya informasi dari organisasi ke pihak luar (pelanggan, supplier, vendor,
dll)
·
Mengembangkan
cara berpikir yang sistematis
·
Membangun
kesempatan dan mekanisme untuk memperluas pengetahuan baru
·
Membuat
struktur, sistem, dan waktu pembelajaran
·
Mengembangkan
visi yang kuat untuk keunggulan organisasi dan pemenuhan individu
·
Mengurangi
birokrasi dalam organisasi
Agar
suksesnya pembentukan learning organization, perusahaan perlunya
melakukan penekanan lebih pada setiap pelatihan dan mengubah sistem manajemen
sumber daya manusia untuk mendukung pembelajaran dengan tiga pendekatan dalam
melakukan setiap pelatihan dan pengembangan kepada karyawan, diantaranya:
Terfragmentasi : Pelatihan dan pengembangan lebih menjadi hal yang
periferal dari pada intrinsik bagi
organisasi. Pelatihan yang dilakukan tidak berkaitan dengan tujuan organisasi
dan ditawarkan oleh departemen pelatihan pada organisasi.
Terformalisasi : Pelatihan yang dilakukan terhubung pada sistem organisasi
yang memastikan bahwa aktivitas dari pelatihan dilaksanakan dengan beberapa
aturan. Kebutuhan pelatihan pada individu diidentifikasi dengan melakukan
wawancara penilaian dan manajer kemudian mengarahkan mereka pada pelatihan
sesuai kebutuhannya.
Terfokus : Pelatihan dan pengembangan menjadi hal yang intrinsik
bagi sebuah organisasi. Pelatihan dan pengembangan didorong oleh tujuan
strategis organisasi dan kebutuhan karyawan.
Penelitian yang dilakukan terkait
peran dari HRD dalam menerapkan leraning organization di Lithuania,
ditemukan bahwa hanya 32.43% dari 37 perusahaan di Lithuania yang sudah mulai
menerapkan konsep learning organization, dan kebanyakan menerapkan
sistem transformasi pada pelatihan dan pengembangan organisasi. Perusahaan
seperti Honda, Corning, dan General Elektrik, yang sukses dalam menerapkan learning
organization dalam perkembangan digitial, perusahaan-perusahaan ini aktif
mengelola proses learning organization dengan melakukan blok organisasi
pembelajaran dengan bentuk pelatihan dan pengembangan yang baik pada
organisasinya. Melihat hal ini, pengembangan perusahaan dalam membentuk learning
organization masih perlu digiatkan di Indonesia dan dikembangkan lebih
banyak untuk menghadapi tantangan diera yang semakin maju dan digitalisasi.
Kesimpulan.
Penerapan learning organization sanggatlah perlu
diperhatikan dan diterapkan dalam perusahaan untuk mencapai kinerja SDM
perusahaan lebih baik dalam menghadapi perkembangan digitalisasi, pengetahuan
dan pembelajaran baru dalam organisasi menjadi kunci dalam mencapai learning
organization, karyawan dituntut untuk dapat mengembangkan ide barunya dari
luar lingkungan organisasi dalam pekerjaan, dan dalam pekerjaannya mendapatkan
kunci dari pembelajaran baru, jaringan antara karyawan menyalurkan ide baru
menjadi sukses dalam penerapan learning organization.
Enam fitur utama dalam learning organization perlu
diperhatikan sebagai kunci dalam keberhasilan penerapan learning
organization. Penerapan learing organization dalam perusahaan akan
membuat karyawan menjadi ter bekali untuk menghadapi perkembangan ke depan,
dapat mengambil jalan untuk menghadapi perubahan-perubahan yang kemungkinan
akan terjadi di masa depan, dengan demikian pemberdayaan sumber daya manusia
untuk menghadapi perkembangan teknologi dapat diatasi oleh perusahaan untuk
menyejahterakan sumber daya manusianya.
Komentar
Posting Komentar